1. Merokok
Para Ilmuwan telah menetapkan dengan percobaan bahwa merokok satu batang setelah makan sama dengan merokok 10 batang pada waktu yang lainnya. Artinya kerusakan dan penyakit yang diakibatkan oleh satu batang rokok setelah makan setara dengan kerusakan dan penyakit yang diakibatkan oleh 10 batang rokok.
2. Memakan buah-buahan secara langsung
Sesungguhnya mengkonsumsi buah-buahan setelah makan akan menyebabkan terisinya perut dengan udara. Oleh karena itu dianjurkan memakan buah-buahan 1 jam sebelum atau sesudah makan.
3. Langsung minum teh
Dikarenakan daun-daun teh mengandung banyak unsur kimia karbon,dimana bahan kimia ini akan mempengaruhi protein yang ada pada makanan yang kita makan dan menjadikan keras sehingga sulit dicerna.
4. Melonggarkan sabuk di perut
Melonggarkan sabuk setelah makan akan menyebabkan mulasnya lambung dan kebuntuannya (penyumbatan usus).
5. Mandi
Langsung mandi setelah makan akan menyebabkan mengalirnya darah ke penghujung tubuh, iaitu ke ujung tangan dan kaki. Akibatnya jumlah darah yang mengalir ke sekitar lambung menjadi sedikit. Hal ini menyebabkan lemahnya proses pencernaan.
6. Berjalan
Termasuk kesalahan fatal adalah keyakinan orang terhadap pernyataan “jika engkau berjalan 100 langkah setelah makan, sesungguhnya engkau akan menikmati kesehatanmu hingga usia 99 tahun.” Ini adalah pernyataan yang salah, dimana langsung berjalan setelah makan akan menyebabkan lemahnya proses pencernaan.
7. Tidur
Sesungguhnya langsung tidur setelah makan akan menyebabkan tidak sempurnanya proses pencernaan sehingga akan menyebabkan kerusakan lambuang atau radang usus.
http://www.vitocafe.com
Selasa, 25 Oktober 2011
Hal-hal Sepele Yang Bisa Merusak Kesehatan
1. Mendengarkan Musik Lewat Earphone
Suka mendengarkan musik lewat earphone...???? Hmm..hati-hati bahayanya. Terlalu sering mendengar bunyi keras atau suara bising dalam tempo lama dan terjadi tiap hari bisa mengganggu pendengaran. Kajian Komisi Eropa menunjukkan, kebiasaan mendengar musik dengan earphone dengan volume tinggi (di atas 100 desibel), lebih dari satu jam sehari dalam jangka minimal lima tahun, membawa risiko gangguan pendengaran permanen.
Saat ini, 50-100 juta orang diperkirakan aktif mendengar musik melalui earphone setiap harinya. Berdasarkan penelitian, sebagian besar mereka menyetel volume hingga di atas 89 desibel (sekitar volume 90 %) untuk mengimbangi kebisingan lalu lintas. Gangguan pendengaran karena bising merupakan gangguan pendengaran tipe saraf (tuli sensorineural) akibat kerusakan koklea atau saraf sensoris.
Menurut dr.Ronny Suwento, SpTHT, dari Departemen Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT), RSCM, Jakarta, getaran kuat akibat gelombang suara keras akan merusak sel-sel rambut koklea dalam telinga dalam.
"Kerusakan itu akan menghambat impuls listrik mencapai saraf pendengaran sehingga tidak ada yang diteruskan ke otak untuk diinterpretasi sebagai suara," kata dr Ronny. Gangguan pendengaran akibat paparan suara bising terjadi secara bertahap. "Mungkin pada tahun-tahun awal orang itu tidak akan merasakan gangguan karena suara yang kita gunakan dalam komunikasi sehari-hari hanya 500-4000 desibel," tambahnya. "Lambat laun ambang batas pendengarannya makin menurun sampai akhirnya tidak bisa mendengar suara lagi," kata dr Ronny.
Telinga sendiri diciptakan dengan berbagai bagian fungsi yang saling bekerja sama sehingga seseorang mampu mendengar, memproses, dan memahami dunia di sekitarnya. Namun, saat suara di sekitar kita terlalu keras atau bising, sel-sel rambut yang halus di rumah siput dalam telinga (koklea) akan rusak. Sel rambut ini berfungsi menangkap frekuensi suara dan meneruskannya ke pusat persepsi pendengaran di otak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika alat pemutar musik digital yang disambungkan dengan earphone diputar pada volume optimal atau maksimal (intensitas sekitar 100 desibel), telinga hanya boleh terpapar maksimal 5 menit per hari. Pada volume 90 persen (90 desibel) hanya boleh terpapar selama 18 menit. Pada volume 80 persen (80 desibel), hanya boleh 1,2 jam dosis maksimal per hari. Dan, pada volume 70 persen (70 desibel), hanya boleh sekitar 4,6 jam maksimal per hari. Lebih dari itu, risiko terjadinya trauma bising akan lebih besar. Jadi, sebaiknya dipakai pada volume rendah karena akan lebih aman.
Ingat dengan pepatah yang mengatakan, “if it is too loud you are too old?” Semakin sering kita mendengarkan bunyi yang terlalu keras, maka usia kita akan jauh lebih tua dari usia sesungguhnya karena pendengaran kita terganggu.
2. Memakai Celana Jeans Ketat
Beberapa tahun terakhir, menggunakan celana jeans ketat (model pensil) menjadi tren di kalangan anak muda. Bahkan, artis papan atas Indonesia seperti The Changcuters pun menjadi salah satu pecinta celana jenis ini. Tak tanggung-tanggung, celana ini bukan sekedar ketat, tapi juga menempel seolah menjadi kulit kedua bagi pemakainya.
Memang tak terhitung banyaknya pengguna celana jeans ketat. Namun, mungkin hanya segelintir yang mengerti efek negatif memakai celana jenis itu. Menurut dr. Ryan Thamrin, penggunaan celana jeans ketat pada wanita kerap menimbulkan masalah.
Antara lain:
Bagi Pria
Penggunaan celana jeans ketat yang terlampau sering menyebabkan daerah di sekitar kemaluan menjadi panas, sehingga berbahaya untuk sperma. Hasil penelitian di Indonesia menyebutkan bahwa kualitas sperma pria mengalami penurunan bila terlalu sering mengenakan celana jeans ketat. Disebutkan, jumlah sperma yang biasanya 60 juta per mililiter dapat turun drastis menjadi 20 juta per mililiter.
Secara ilmiah, hal ini dapat dijelaskan. Suhu yang tidak normal pada skrotum, yaitu lapisan yang melindungi kemaluan, dapat berakibat buruk pada kualitas sperma karena tumpukan keringat yang tidak bisa keluar di sekitar organ reproduksi. Sehingga dapat menimbulkan jamur yang akan meningkatkan suhu testis dalam produksi sperma. Bila diteruskan akan menjadi gatal dan menjalar ke bagian buah zakar.
Bagi Wanita
Banyak para wanita yang menginginkan penampilan terlihat sexy,sehingga mengenakan pakaian yang cenderung ketat agar dapat menunjukkan bentuk tubuhnya. Khususnya para pelajar dan mahasiswa sering sekali mereka mengenakan celana jeans yang ketat, hingga celana jenis ini menjadi pilihan utama bagi mereka. Tetapi apakah mereka tahu kalau mengenakan celana jeans terus menerus kurang baik untuk kesehatan terutama bagi organ intim kewanitaan.
Celana jeans ini terbuat dari bahan yang cukup tebal, apalagi yang jenis straight jeans atau celana jeans yang pas di badan. Hal ini dapat menimbulkan rasa panas di bagian organ kewanitaan dan memicu produksi keringat yang cukup banyak. Ditambah lagi sirkulasi udara di daerah kewanitaan juga terganggu akibat bahan yang tebal itu, padahal daerah tersebut memerlukan sirkulasi udara yang cukup, agar keringat cepat mengering.
Apabila hal ini terjadi terus menerus maka, daerah itu akan menjadi lembab dan mudah sekali memicu tumbuhnya jamur. Disamping itu resiko untuk terjadinya iritasi maupun infeksi juga bertambah besar. Bila hal ini dibiarkan terus menerus maka akan membahayakan organ kewanitaan yang mengancam kesehatan reproduksi. Selain itu dengan menggunakan celana ketat, perut akan terasa sakit dan pernafasan juga akan terganggu karena perut selalu dalam keadaan tertekan yang pada akhirnya proses BAK (Buang Air Kecil) dan BAB (Buang Air Besar) juga akan terganggu. Jadi, dengan kenyataan yang demikian, maka perlu anda pertimbangkan jika ingin menggunakan celana ketat.
3. Menaruh Dompet di Saku Belakang Celana
Biasa meletakkan dompet di saku belakang celana? Waspadalah. Kebiasaan itu ternyata bisa mempengaruhi saraf-saraf yang ada di tubuh. Para ahli mengungkapkan orang-orang yang duduk dengan dompet di saku belakang celana memiliki risiko merusak saraf-saraf kunci. Kondisi ini sudah menjadi sangat umum di masyarakat hingga dijuluki dengan nama hip-pocket syndrome atau wallet-neuropathy. Laki-laki yang selalu meletakkan dompet di saku belakangnya adalah kelompok yang paling berisiko terkena kondisi ini.
Ahli fisioterapi menuturkan adanya lonjakan jumlah laki-laki yang menderita atau mengeluhkan sakit punggung bagian bawah, dan diduga posisi dompet menjadi penyebab utama kondisi ini. “Saat ini semakin banyak pasien saya yang datang ke klinik dengan keluhan seperti itu. Kondisi ini dipicu oleh posisi dompet yang menekan saraf di belakang tubuh dan seiring waktu bisa menyebabkan linu panggul,” ujar Julian Forth, seorang fisioterapis di Buckhurst Hill, Essex, seperti dikutip dari BBCNews, Senin (14/3/2011).
Forth mengungkapkan dompet tersebut akan menekan saraf-saraf di tubuh baik pada saat orang mengemudi atau ketika duduk di tempat kerja. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan rasa sakit atau mati rasa pada pergelangan kaki, kaki bagian bawah dan menimbulkan rasa sakit saat berjalan, duduk atau berbaring. Jika seseorang meletakkan dompet di saku belakang, maka akan menimbulkan ketidakseimbangan yang secara tidak sadar melibatkan otot, tulang dan yang paling penting adalah sistem saraf. Ketidakseimbangan ini membuat seseorang duduk cenderung miring dan mencoba untuk tetap menjaga keseimbangan yang berpusat pada panggul.
Kondisi ini kemungkinan melibatkan satu atau dua kurva kompensasi dari tulang belakang yang membuat posisinya menjadi tidak sejajar. Secara tidak sadar hal ini akan membuat bahu menjadi merosot. Itulah sebabnya meletakkan dompet di saku belakang bisa menyebabkan nyeri pada leher, punggung dan juga bahu. Jika laki-laki berpikir bahwa ia tidak mengalami keluhan apapun, sebaiknya tetap menghindari kebiasaan tersebut.
Meski demikian ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko gangguan saraf, seperti dikutip dari siouxcityjournal.com yaitu:
1. Melakukan sedikit peregangan sebelum duduk
2. Mengeluarkan dompet dari saku belakang sebelum duduk meskipun dompet tersebut tidak tebal
3. Meletakkan dompet pada tempat alternatif lainnya seperti saku jaket atau di dalam tas
4. Duduklah dengan nyaman di kursi atau sofa dengan permukaan yang datar sehingga tidak mengganggu saraf dan struktur tulang serta ototnya benar
5. Jika sudah timbul keluhan sebaiknya segera konsultasikan dengan fisioterapis untuk memperbaiki postur tubuh dan tidak memperburuk keadaan.
4. Membunyikan Tulang Leher/Badan Lainnya
Memutar kepala setelah dipijat atau saat leher terasa pegal memang sangat menyenangkan. Kepala merasa lebih enteng dan rasa sakit yang ada di kepala apakah itu pusing atau sakit kepala, umumnya segera hilang setelah terdengar bunyi tersebut.
Padahal, kebiasaan itu mempunyai akibat sampingan yang cukup berbahaya. Salah satunya, syaraf bisa terjepit di sela-sela tulang ekor leher. Menurut Brian Cassaza, M.D, dari Universitas California, Amerika, bila salah urat syaraf terjepit di antara tulang ekor leher. Maka, efeknya bisa bemacam-macam, tergantung dari jaringan saraf itu menuju ke mana. Tapi, pada umumnya, akan mengakibatkan organ tubuh seperti kaki dan tangan sulit dikomando oleh otak. Orang yang mengalami hal tersebut, biasanya berjalan seperti robot, karena, otak gagal memberi instruksi kepada organ-organ tubuh untuk melakukan apa yang diiinginkan.
Berjalan seperti robot merupakan suatu hal yang tidak menyenangkan, jika orang itu menggunakan sandal, dapat dipastikan bahwa sandalnya akan mudah terlepas dari telapak kakinya, akibat jari-jari tidak mampu menekan bagian dasar sandal. Atau, bila makan harus disuapi. Karena, tangan sulit sekali membawa sendok hingga ke ujung bibir, sebagaimana layaknya orang sedang menyuap makanan ke dalam mulut.
Sama halnya dengan membunyikan tulang leher, gerakan membunyikan buku-buku jari juga merupakan kebiasaan yang salah karena menyalahi aturan persendian normalnya dan dapat menghancurkan tulang-tulang rawan di dalamnya.Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus maka dapat menimbulkan penyakit sendi yang kronis di kemudian hari.
solusinya kalao mau menghilangkan pegal tanpa "kretek-kretek"
1. Neck Side Stretch
Duduk tegak, pandangan lurus ke depan, lalu gerakkan kepala ke kanan. Dengan tangan kanan, tarik kepala ke arah kanan dengan pelan untuk melenturkan otot-otot leher samping. Tahan posisi ini selama 10 detik dan ulangi 3 kali. Lakukan hal yang sama ke arah kiri.
2. Back Stretch
Duduk tegak, pandangan lurus ke depan, lalu letakkan kedua tangan di belakang kepala. Tarik napas dalam-dalam sambil membusungkan dada. Tahan postur ini selama 10 detik, ulangi 3 kali.
3. Wrist Extension Stretch
Ulurkan tangan kanan lurus ke depan. Tekuk tangan pada pergelangan sehingga telapak mengarah ke bawah. Dengan tangan kiri, tarik telapak dan jemari kanan ke arah Anda. Tahan selama 20-15 detik dan ulangi 2-3 kali. Lakukan hal yang sama dengan tangan kiri.
4. Wrist Flexion Strech
Ulurkan tangan kanan lurus ke depan. Tekuk tangan pada pergelangan sehingga telapak mengarah ke atas. Dengan tangan kiri, tarik telapak dan jemari kanan ke arah Anda. Tahan selama 10-15 detik, ulangi 2-3 kali. Lakukan hal yang sama dengan tangan kiri.
5. Back Extension Stretch
Sambil berdiri, ulurkan kedua tangan lurus ke belakang. Genggam kedua tangan lalu tarik ke atas sambil membusungkan dada. Tahan selama 10-15 detik, ulangi 2-3 kali.
6. Front Flexion Stretch
Duduk tegak, lalu ulurkan kedua tangan lurus ke depan. Dorong kedua tangan ke depan sambil menekan perut. Tahan selama 10-15 detik, ulangi 2-3 kali.
7. Chair Squat
Dimulai dengan berdiri tegak, kedua tangan diangkat lurus ke depan. Dengan perlahan, dorong bokong Anda ke arah kursi seolah akan duduk, tetapi berhenti sebelum bokong menyentuh kursi. Lalu naik kembali ke posisi semula. Lakukan 10-15 kali sebanyak 3 set.
8. Open And Close Hands
Dalam posisi duduk tegak, tekuk kedua telapak tangan Anda dan tahan selama beberapa detik. Kemudian buka kedua telapak tangan sambil berdiri melemaskan jemari sejauh mungkin.
9. Desk Chest Press
Letakkan kedua tangan yang terulur sejauh dada di ujung meja dengan badan lurus, dada tegak. Turunkan dengan pelan badan Anda dengan menekuk siku ke arah luar sampai tegak lurus dengan tubuh Anda, lalu kembali ke posisi semula. Lakukan 10-15 kali sebanyak 3 set.
Para ilmuwan biomedis telah mempelajari apa yang sebenarnya terjadi ketika Anda menekuk tulang sendi jari dengan menggunakan mikrofon yang sensitif (untuk mendengarkan dan menganalisis bunyi) dan ukuran bunyi (untuk mengukur jumlah tarikan pada jari). Mereka menemukan bahwa dua suara yang terpisah biasanya muncul ketika Anda membuyikan buku jari. Buku jari adalah sendi yang membuat jari Anda dapat ditekuk. Di dalam ruang sendi di antara tulan-tulang terdapat cairan dan ikatan sendi (ligamen) di setiap sisi ruang sendi yang menyatukan tulang.
Ketika Anda menarik jari (“menceklek” sendi), Anda membuat ruang sendi makin besar. Akibatnya, tekanan dalam ruang sendi makin menurun. Segera saja, ikatan sendi tersedot ke dalam. Ketika tekanan menurun,muncullah gelembung (paling sering karbon dioksida), hanya dalam satu per ribuan detik. Ketika muncul, gas ini akan menimbulkan bunyi letupan yang merupakan suara pertama.
Gelembung itu mengisi 15% ruang sendi yang sekarang menjadi lebih besar. Karena ruang sendi mendadak diisi oleh gelembung, cairannya tiba-tiba mendorong ikatan sendi dan mendorongnya ke posisi semula. Pada saat ligamen “didorong kembali” muncullah bunyi kedua. Energi yang hilang dalam sendi sangat rendah, sekitar 7% dari yang Anda perlukan untuk merusak tulang rawan. Namun, jika Anda sering melakukannya, itu akan menjadi cerita yang jauh berbeda.
Sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Daniel Unger, yang telah membunyikan buku jari tangan kirinya selama 50 tahun. Ia kemudia membandingkan tangan kiri (buku sendi yang sering dibunyikan) dengan tangan kanannya (yang tidak pernah dibunyikan). Tangan kirinya tidak terkena artritis, sama seperti tangan kanannya, namun satu orang merupakan sampel yang sangat kecil.
Penelitian lain meneliti 300 orang yang telah membunyikan buku jarinya selama 35 tahun. Tidak ada kasus artritis pada tangan mereka. Mereka memang memiliki sendi yang membesar (bukan masalah besar). Namun, hal yang mengejutkan adalah tangan mereka lebih lemah, kekuatan tangan mereka seperempat kekuatan yang seharusanya!
Jadi, membunyikan buku jari tidak menggangu Anda dalam waktu singkat, namun 35 tahun dari sekarang, Anda mungkin tidak akan dapat membuka botol selai! Bagaimana pendapat Anda? Masih mau “menceklek” buku jari Anda lagi?
5. Mandi Malam Hari
MANDI adalah salah satu upaya membersihkan badan. Mandi biasanya dilakukan sehari 2 kali, yakni pagi setelah bangun tidur dan sore hari sepulang dari aktivitas seharian. Mandi jarang dilakukan pada malam hari, kecuali bagi mereka yang pada sore hari tidak sempat mandi karena ada pekerjaan sampai agak malam. Lalu apakah mandi malam berefek buruk bagi kesehatan?
Menurut dr.Cici Lia Novita, mandi pada malam hari sebenarnya tidak membawa dampak negatif bagi kesehatan bagi orang yang tidak mempunyai riwayat penyakit tertentu seperti rematik, jantung dan asma. Ia mengakui, jika waktu malam hari itu udara khususnya di Indonesia kelembabannya lebih tinggi sehingga bila tubuh yang sudah kedinginan diberi air dingin akan menjadi kaku. “Tidak masalah, selama kondisi tubuh sehat dan tidak ada penyakit rematik, jantung dan asma,” ujarnya.
Bagi penderita penyakit rematik memang tidak dianjurkan untuk mandi malam hari, karena dengan semakin dinginnya tubuh dan sendi akan membuat sendi-sendi yang terkena rematik menjadi kaku sehingga akan timbul rasa sakit yang kita kenal sebagai serangan rematik. “Makanya jika bisa mandi lebih pagi kenapa harus selalu mandi di malam hari, agar tubuh jadi tidak kedinginan. Untuk menghindari akibat yang tidak diinginkan,” ujar lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada UGM) ini.
Sebenarnya kebiasaan mandi malam tidak berpengaruh secara langsung terhadap timbulnya penyakit rematik. Mandi malam akan berpengaruh terhadap timbulnya nyeri sendi jika memang sudah memiliki riwayat penyakit rematik sebelumnya. Hal tersebut berkaitan dengan menyempitnya pembuluh darah akibat hawa dingin yang akan berpengaruh pada kurang tersuplainya oksigen ke sendi sehingga terjadilah nyeri.
Namun, ada baiknya jika cuaca dingin, mandi malam hari menggunakan air yang hangat dan ketika badan tidak sedang sakit. “Kalaupun rematik, kalau pakai hangat sebenarnya tidak masalah. Apalagi, jika kondisi tubuh sedang gerah dan lelah. Karena mandi akan membuat tidur lebih nyenyak,” ujar dr Cici.
Mengenai mandi malam bagi ibu hamil, dr Cici mengatakan sama saja. Hanya saja, sebaiknya menggunakan air hangat karena biasanya pada saat hamil pembuluh darah menyempit dan ini juga terjadi pada tubuh dalam keadaan dingin. “Makanya dengan air hangat akan mencegah risiko terjadinya sakit kepala. Karena air hangat bisa memperlebar kembali pembuluh darah yang menyempit,” terangnya. Pada pagi hari pun demikian. Jika kondisi cuaca dingin, ada baiknya bagi penderita rematik untuk mandi air hangat. “Jadi bukan karena malam atau siang, tapi karena suhu air dan udara saja,” ujarnya.
Lalu bagaimana kita mengetahui jika kita memiliki rematik? Ia menjelaskan, salah satu gejala rematik adalah seseorang yang sering merasakan nyeri sendi pada pagi hari, nyeri sendi saat baru bergerak. Penyakit ini bisa menimpa semua usia, namun berisiko pada usia lanjut dan orang yang memiliki berat badan berlebih.
Rematik, kata dr Cici, sebenarnya terdiri dari beberapa jenis. Jenis-jenis rematik tersebut bergantung pada penyebab terjadinya rematik. Sebagian besar rematik disebabkan oleh adanya peradangan pada sendi. Peradangan sendi ini pun dapat terjadi mulai dari kekurangan hormon estrogen, faktor genetik, osteoporosis, dan lainnya Ditanya soal makanan, sebenarnya tidak ada pantangan khusus untuk makanan. Biasanya yang terkait dengan pola makan ada penyakit asam urat. “Gejalanya memang mirip dengan rematik,” ujarnya.
http://www.vitocafe.com
Suka mendengarkan musik lewat earphone...???? Hmm..hati-hati bahayanya. Terlalu sering mendengar bunyi keras atau suara bising dalam tempo lama dan terjadi tiap hari bisa mengganggu pendengaran. Kajian Komisi Eropa menunjukkan, kebiasaan mendengar musik dengan earphone dengan volume tinggi (di atas 100 desibel), lebih dari satu jam sehari dalam jangka minimal lima tahun, membawa risiko gangguan pendengaran permanen.
Saat ini, 50-100 juta orang diperkirakan aktif mendengar musik melalui earphone setiap harinya. Berdasarkan penelitian, sebagian besar mereka menyetel volume hingga di atas 89 desibel (sekitar volume 90 %) untuk mengimbangi kebisingan lalu lintas. Gangguan pendengaran karena bising merupakan gangguan pendengaran tipe saraf (tuli sensorineural) akibat kerusakan koklea atau saraf sensoris.
Menurut dr.Ronny Suwento, SpTHT, dari Departemen Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT), RSCM, Jakarta, getaran kuat akibat gelombang suara keras akan merusak sel-sel rambut koklea dalam telinga dalam.
"Kerusakan itu akan menghambat impuls listrik mencapai saraf pendengaran sehingga tidak ada yang diteruskan ke otak untuk diinterpretasi sebagai suara," kata dr Ronny. Gangguan pendengaran akibat paparan suara bising terjadi secara bertahap. "Mungkin pada tahun-tahun awal orang itu tidak akan merasakan gangguan karena suara yang kita gunakan dalam komunikasi sehari-hari hanya 500-4000 desibel," tambahnya. "Lambat laun ambang batas pendengarannya makin menurun sampai akhirnya tidak bisa mendengar suara lagi," kata dr Ronny.
Telinga sendiri diciptakan dengan berbagai bagian fungsi yang saling bekerja sama sehingga seseorang mampu mendengar, memproses, dan memahami dunia di sekitarnya. Namun, saat suara di sekitar kita terlalu keras atau bising, sel-sel rambut yang halus di rumah siput dalam telinga (koklea) akan rusak. Sel rambut ini berfungsi menangkap frekuensi suara dan meneruskannya ke pusat persepsi pendengaran di otak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika alat pemutar musik digital yang disambungkan dengan earphone diputar pada volume optimal atau maksimal (intensitas sekitar 100 desibel), telinga hanya boleh terpapar maksimal 5 menit per hari. Pada volume 90 persen (90 desibel) hanya boleh terpapar selama 18 menit. Pada volume 80 persen (80 desibel), hanya boleh 1,2 jam dosis maksimal per hari. Dan, pada volume 70 persen (70 desibel), hanya boleh sekitar 4,6 jam maksimal per hari. Lebih dari itu, risiko terjadinya trauma bising akan lebih besar. Jadi, sebaiknya dipakai pada volume rendah karena akan lebih aman.
Ingat dengan pepatah yang mengatakan, “if it is too loud you are too old?” Semakin sering kita mendengarkan bunyi yang terlalu keras, maka usia kita akan jauh lebih tua dari usia sesungguhnya karena pendengaran kita terganggu.
2. Memakai Celana Jeans Ketat
Beberapa tahun terakhir, menggunakan celana jeans ketat (model pensil) menjadi tren di kalangan anak muda. Bahkan, artis papan atas Indonesia seperti The Changcuters pun menjadi salah satu pecinta celana jenis ini. Tak tanggung-tanggung, celana ini bukan sekedar ketat, tapi juga menempel seolah menjadi kulit kedua bagi pemakainya.
Memang tak terhitung banyaknya pengguna celana jeans ketat. Namun, mungkin hanya segelintir yang mengerti efek negatif memakai celana jenis itu. Menurut dr. Ryan Thamrin, penggunaan celana jeans ketat pada wanita kerap menimbulkan masalah.
Antara lain:
Bagi Pria
Penggunaan celana jeans ketat yang terlampau sering menyebabkan daerah di sekitar kemaluan menjadi panas, sehingga berbahaya untuk sperma. Hasil penelitian di Indonesia menyebutkan bahwa kualitas sperma pria mengalami penurunan bila terlalu sering mengenakan celana jeans ketat. Disebutkan, jumlah sperma yang biasanya 60 juta per mililiter dapat turun drastis menjadi 20 juta per mililiter.
Secara ilmiah, hal ini dapat dijelaskan. Suhu yang tidak normal pada skrotum, yaitu lapisan yang melindungi kemaluan, dapat berakibat buruk pada kualitas sperma karena tumpukan keringat yang tidak bisa keluar di sekitar organ reproduksi. Sehingga dapat menimbulkan jamur yang akan meningkatkan suhu testis dalam produksi sperma. Bila diteruskan akan menjadi gatal dan menjalar ke bagian buah zakar.
Bagi Wanita
Banyak para wanita yang menginginkan penampilan terlihat sexy,sehingga mengenakan pakaian yang cenderung ketat agar dapat menunjukkan bentuk tubuhnya. Khususnya para pelajar dan mahasiswa sering sekali mereka mengenakan celana jeans yang ketat, hingga celana jenis ini menjadi pilihan utama bagi mereka. Tetapi apakah mereka tahu kalau mengenakan celana jeans terus menerus kurang baik untuk kesehatan terutama bagi organ intim kewanitaan.
Celana jeans ini terbuat dari bahan yang cukup tebal, apalagi yang jenis straight jeans atau celana jeans yang pas di badan. Hal ini dapat menimbulkan rasa panas di bagian organ kewanitaan dan memicu produksi keringat yang cukup banyak. Ditambah lagi sirkulasi udara di daerah kewanitaan juga terganggu akibat bahan yang tebal itu, padahal daerah tersebut memerlukan sirkulasi udara yang cukup, agar keringat cepat mengering.
Apabila hal ini terjadi terus menerus maka, daerah itu akan menjadi lembab dan mudah sekali memicu tumbuhnya jamur. Disamping itu resiko untuk terjadinya iritasi maupun infeksi juga bertambah besar. Bila hal ini dibiarkan terus menerus maka akan membahayakan organ kewanitaan yang mengancam kesehatan reproduksi. Selain itu dengan menggunakan celana ketat, perut akan terasa sakit dan pernafasan juga akan terganggu karena perut selalu dalam keadaan tertekan yang pada akhirnya proses BAK (Buang Air Kecil) dan BAB (Buang Air Besar) juga akan terganggu. Jadi, dengan kenyataan yang demikian, maka perlu anda pertimbangkan jika ingin menggunakan celana ketat.
3. Menaruh Dompet di Saku Belakang Celana
Biasa meletakkan dompet di saku belakang celana? Waspadalah. Kebiasaan itu ternyata bisa mempengaruhi saraf-saraf yang ada di tubuh. Para ahli mengungkapkan orang-orang yang duduk dengan dompet di saku belakang celana memiliki risiko merusak saraf-saraf kunci. Kondisi ini sudah menjadi sangat umum di masyarakat hingga dijuluki dengan nama hip-pocket syndrome atau wallet-neuropathy. Laki-laki yang selalu meletakkan dompet di saku belakangnya adalah kelompok yang paling berisiko terkena kondisi ini.
Ahli fisioterapi menuturkan adanya lonjakan jumlah laki-laki yang menderita atau mengeluhkan sakit punggung bagian bawah, dan diduga posisi dompet menjadi penyebab utama kondisi ini. “Saat ini semakin banyak pasien saya yang datang ke klinik dengan keluhan seperti itu. Kondisi ini dipicu oleh posisi dompet yang menekan saraf di belakang tubuh dan seiring waktu bisa menyebabkan linu panggul,” ujar Julian Forth, seorang fisioterapis di Buckhurst Hill, Essex, seperti dikutip dari BBCNews, Senin (14/3/2011).
Forth mengungkapkan dompet tersebut akan menekan saraf-saraf di tubuh baik pada saat orang mengemudi atau ketika duduk di tempat kerja. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan rasa sakit atau mati rasa pada pergelangan kaki, kaki bagian bawah dan menimbulkan rasa sakit saat berjalan, duduk atau berbaring. Jika seseorang meletakkan dompet di saku belakang, maka akan menimbulkan ketidakseimbangan yang secara tidak sadar melibatkan otot, tulang dan yang paling penting adalah sistem saraf. Ketidakseimbangan ini membuat seseorang duduk cenderung miring dan mencoba untuk tetap menjaga keseimbangan yang berpusat pada panggul.
Kondisi ini kemungkinan melibatkan satu atau dua kurva kompensasi dari tulang belakang yang membuat posisinya menjadi tidak sejajar. Secara tidak sadar hal ini akan membuat bahu menjadi merosot. Itulah sebabnya meletakkan dompet di saku belakang bisa menyebabkan nyeri pada leher, punggung dan juga bahu. Jika laki-laki berpikir bahwa ia tidak mengalami keluhan apapun, sebaiknya tetap menghindari kebiasaan tersebut.
Meski demikian ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko gangguan saraf, seperti dikutip dari siouxcityjournal.com yaitu:
1. Melakukan sedikit peregangan sebelum duduk
2. Mengeluarkan dompet dari saku belakang sebelum duduk meskipun dompet tersebut tidak tebal
3. Meletakkan dompet pada tempat alternatif lainnya seperti saku jaket atau di dalam tas
4. Duduklah dengan nyaman di kursi atau sofa dengan permukaan yang datar sehingga tidak mengganggu saraf dan struktur tulang serta ototnya benar
5. Jika sudah timbul keluhan sebaiknya segera konsultasikan dengan fisioterapis untuk memperbaiki postur tubuh dan tidak memperburuk keadaan.
4. Membunyikan Tulang Leher/Badan Lainnya
Memutar kepala setelah dipijat atau saat leher terasa pegal memang sangat menyenangkan. Kepala merasa lebih enteng dan rasa sakit yang ada di kepala apakah itu pusing atau sakit kepala, umumnya segera hilang setelah terdengar bunyi tersebut.
Padahal, kebiasaan itu mempunyai akibat sampingan yang cukup berbahaya. Salah satunya, syaraf bisa terjepit di sela-sela tulang ekor leher. Menurut Brian Cassaza, M.D, dari Universitas California, Amerika, bila salah urat syaraf terjepit di antara tulang ekor leher. Maka, efeknya bisa bemacam-macam, tergantung dari jaringan saraf itu menuju ke mana. Tapi, pada umumnya, akan mengakibatkan organ tubuh seperti kaki dan tangan sulit dikomando oleh otak. Orang yang mengalami hal tersebut, biasanya berjalan seperti robot, karena, otak gagal memberi instruksi kepada organ-organ tubuh untuk melakukan apa yang diiinginkan.
Berjalan seperti robot merupakan suatu hal yang tidak menyenangkan, jika orang itu menggunakan sandal, dapat dipastikan bahwa sandalnya akan mudah terlepas dari telapak kakinya, akibat jari-jari tidak mampu menekan bagian dasar sandal. Atau, bila makan harus disuapi. Karena, tangan sulit sekali membawa sendok hingga ke ujung bibir, sebagaimana layaknya orang sedang menyuap makanan ke dalam mulut.
Sama halnya dengan membunyikan tulang leher, gerakan membunyikan buku-buku jari juga merupakan kebiasaan yang salah karena menyalahi aturan persendian normalnya dan dapat menghancurkan tulang-tulang rawan di dalamnya.Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus maka dapat menimbulkan penyakit sendi yang kronis di kemudian hari.
solusinya kalao mau menghilangkan pegal tanpa "kretek-kretek"
1. Neck Side Stretch
Duduk tegak, pandangan lurus ke depan, lalu gerakkan kepala ke kanan. Dengan tangan kanan, tarik kepala ke arah kanan dengan pelan untuk melenturkan otot-otot leher samping. Tahan posisi ini selama 10 detik dan ulangi 3 kali. Lakukan hal yang sama ke arah kiri.
2. Back Stretch
Duduk tegak, pandangan lurus ke depan, lalu letakkan kedua tangan di belakang kepala. Tarik napas dalam-dalam sambil membusungkan dada. Tahan postur ini selama 10 detik, ulangi 3 kali.
3. Wrist Extension Stretch
Ulurkan tangan kanan lurus ke depan. Tekuk tangan pada pergelangan sehingga telapak mengarah ke bawah. Dengan tangan kiri, tarik telapak dan jemari kanan ke arah Anda. Tahan selama 20-15 detik dan ulangi 2-3 kali. Lakukan hal yang sama dengan tangan kiri.
4. Wrist Flexion Strech
Ulurkan tangan kanan lurus ke depan. Tekuk tangan pada pergelangan sehingga telapak mengarah ke atas. Dengan tangan kiri, tarik telapak dan jemari kanan ke arah Anda. Tahan selama 10-15 detik, ulangi 2-3 kali. Lakukan hal yang sama dengan tangan kiri.
5. Back Extension Stretch
Sambil berdiri, ulurkan kedua tangan lurus ke belakang. Genggam kedua tangan lalu tarik ke atas sambil membusungkan dada. Tahan selama 10-15 detik, ulangi 2-3 kali.
6. Front Flexion Stretch
Duduk tegak, lalu ulurkan kedua tangan lurus ke depan. Dorong kedua tangan ke depan sambil menekan perut. Tahan selama 10-15 detik, ulangi 2-3 kali.
7. Chair Squat
Dimulai dengan berdiri tegak, kedua tangan diangkat lurus ke depan. Dengan perlahan, dorong bokong Anda ke arah kursi seolah akan duduk, tetapi berhenti sebelum bokong menyentuh kursi. Lalu naik kembali ke posisi semula. Lakukan 10-15 kali sebanyak 3 set.
8. Open And Close Hands
Dalam posisi duduk tegak, tekuk kedua telapak tangan Anda dan tahan selama beberapa detik. Kemudian buka kedua telapak tangan sambil berdiri melemaskan jemari sejauh mungkin.
9. Desk Chest Press
Letakkan kedua tangan yang terulur sejauh dada di ujung meja dengan badan lurus, dada tegak. Turunkan dengan pelan badan Anda dengan menekuk siku ke arah luar sampai tegak lurus dengan tubuh Anda, lalu kembali ke posisi semula. Lakukan 10-15 kali sebanyak 3 set.
Para ilmuwan biomedis telah mempelajari apa yang sebenarnya terjadi ketika Anda menekuk tulang sendi jari dengan menggunakan mikrofon yang sensitif (untuk mendengarkan dan menganalisis bunyi) dan ukuran bunyi (untuk mengukur jumlah tarikan pada jari). Mereka menemukan bahwa dua suara yang terpisah biasanya muncul ketika Anda membuyikan buku jari. Buku jari adalah sendi yang membuat jari Anda dapat ditekuk. Di dalam ruang sendi di antara tulan-tulang terdapat cairan dan ikatan sendi (ligamen) di setiap sisi ruang sendi yang menyatukan tulang.
Ketika Anda menarik jari (“menceklek” sendi), Anda membuat ruang sendi makin besar. Akibatnya, tekanan dalam ruang sendi makin menurun. Segera saja, ikatan sendi tersedot ke dalam. Ketika tekanan menurun,muncullah gelembung (paling sering karbon dioksida), hanya dalam satu per ribuan detik. Ketika muncul, gas ini akan menimbulkan bunyi letupan yang merupakan suara pertama.
Gelembung itu mengisi 15% ruang sendi yang sekarang menjadi lebih besar. Karena ruang sendi mendadak diisi oleh gelembung, cairannya tiba-tiba mendorong ikatan sendi dan mendorongnya ke posisi semula. Pada saat ligamen “didorong kembali” muncullah bunyi kedua. Energi yang hilang dalam sendi sangat rendah, sekitar 7% dari yang Anda perlukan untuk merusak tulang rawan. Namun, jika Anda sering melakukannya, itu akan menjadi cerita yang jauh berbeda.
Sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Daniel Unger, yang telah membunyikan buku jari tangan kirinya selama 50 tahun. Ia kemudia membandingkan tangan kiri (buku sendi yang sering dibunyikan) dengan tangan kanannya (yang tidak pernah dibunyikan). Tangan kirinya tidak terkena artritis, sama seperti tangan kanannya, namun satu orang merupakan sampel yang sangat kecil.
Penelitian lain meneliti 300 orang yang telah membunyikan buku jarinya selama 35 tahun. Tidak ada kasus artritis pada tangan mereka. Mereka memang memiliki sendi yang membesar (bukan masalah besar). Namun, hal yang mengejutkan adalah tangan mereka lebih lemah, kekuatan tangan mereka seperempat kekuatan yang seharusanya!
Jadi, membunyikan buku jari tidak menggangu Anda dalam waktu singkat, namun 35 tahun dari sekarang, Anda mungkin tidak akan dapat membuka botol selai! Bagaimana pendapat Anda? Masih mau “menceklek” buku jari Anda lagi?
5. Mandi Malam Hari
MANDI adalah salah satu upaya membersihkan badan. Mandi biasanya dilakukan sehari 2 kali, yakni pagi setelah bangun tidur dan sore hari sepulang dari aktivitas seharian. Mandi jarang dilakukan pada malam hari, kecuali bagi mereka yang pada sore hari tidak sempat mandi karena ada pekerjaan sampai agak malam. Lalu apakah mandi malam berefek buruk bagi kesehatan?
Menurut dr.Cici Lia Novita, mandi pada malam hari sebenarnya tidak membawa dampak negatif bagi kesehatan bagi orang yang tidak mempunyai riwayat penyakit tertentu seperti rematik, jantung dan asma. Ia mengakui, jika waktu malam hari itu udara khususnya di Indonesia kelembabannya lebih tinggi sehingga bila tubuh yang sudah kedinginan diberi air dingin akan menjadi kaku. “Tidak masalah, selama kondisi tubuh sehat dan tidak ada penyakit rematik, jantung dan asma,” ujarnya.
Bagi penderita penyakit rematik memang tidak dianjurkan untuk mandi malam hari, karena dengan semakin dinginnya tubuh dan sendi akan membuat sendi-sendi yang terkena rematik menjadi kaku sehingga akan timbul rasa sakit yang kita kenal sebagai serangan rematik. “Makanya jika bisa mandi lebih pagi kenapa harus selalu mandi di malam hari, agar tubuh jadi tidak kedinginan. Untuk menghindari akibat yang tidak diinginkan,” ujar lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada UGM) ini.
Sebenarnya kebiasaan mandi malam tidak berpengaruh secara langsung terhadap timbulnya penyakit rematik. Mandi malam akan berpengaruh terhadap timbulnya nyeri sendi jika memang sudah memiliki riwayat penyakit rematik sebelumnya. Hal tersebut berkaitan dengan menyempitnya pembuluh darah akibat hawa dingin yang akan berpengaruh pada kurang tersuplainya oksigen ke sendi sehingga terjadilah nyeri.
Namun, ada baiknya jika cuaca dingin, mandi malam hari menggunakan air yang hangat dan ketika badan tidak sedang sakit. “Kalaupun rematik, kalau pakai hangat sebenarnya tidak masalah. Apalagi, jika kondisi tubuh sedang gerah dan lelah. Karena mandi akan membuat tidur lebih nyenyak,” ujar dr Cici.
Mengenai mandi malam bagi ibu hamil, dr Cici mengatakan sama saja. Hanya saja, sebaiknya menggunakan air hangat karena biasanya pada saat hamil pembuluh darah menyempit dan ini juga terjadi pada tubuh dalam keadaan dingin. “Makanya dengan air hangat akan mencegah risiko terjadinya sakit kepala. Karena air hangat bisa memperlebar kembali pembuluh darah yang menyempit,” terangnya. Pada pagi hari pun demikian. Jika kondisi cuaca dingin, ada baiknya bagi penderita rematik untuk mandi air hangat. “Jadi bukan karena malam atau siang, tapi karena suhu air dan udara saja,” ujarnya.
Lalu bagaimana kita mengetahui jika kita memiliki rematik? Ia menjelaskan, salah satu gejala rematik adalah seseorang yang sering merasakan nyeri sendi pada pagi hari, nyeri sendi saat baru bergerak. Penyakit ini bisa menimpa semua usia, namun berisiko pada usia lanjut dan orang yang memiliki berat badan berlebih.
Rematik, kata dr Cici, sebenarnya terdiri dari beberapa jenis. Jenis-jenis rematik tersebut bergantung pada penyebab terjadinya rematik. Sebagian besar rematik disebabkan oleh adanya peradangan pada sendi. Peradangan sendi ini pun dapat terjadi mulai dari kekurangan hormon estrogen, faktor genetik, osteoporosis, dan lainnya Ditanya soal makanan, sebenarnya tidak ada pantangan khusus untuk makanan. Biasanya yang terkait dengan pola makan ada penyakit asam urat. “Gejalanya memang mirip dengan rematik,” ujarnya.
http://www.vitocafe.com
Mandi Malam Penyebab Rematik, apa iya??
Rematik (Rheumatoid Arthitis / RA) dapat menimpa siapa saja tidak memandang usia, termasuk balita. Rematik merupakan penyakit sendi dan tulang yang menyebabkan rasa kaku, nyeri, pembengkakan pada sendi sehingga pergerakkan menjadi terbatas, atau bahkan tidak dapat digerakkan sama sekali. Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter. Jika tidak, anggota tubuh tidak dapat berfungsi dengan normal. Persendian akan benjol-benjol, tidak dapat digerakkan, sampai tidak dapat berjalan.
Terdapat ratusan jenis rematik, beberapa di antaranya osteoarthritis (OA), rheumathoid arthritis (RA), arthritis gout (pirai), dan perkapuran.
Osteoarthitis merupakan penyakit sendi degeneratif, yaitu penyakit yang mengakibatkan kerusakan tulang sendi. Osteoarthitis memiliki perkembangan yang sangat lambat. Biasanya sendi yang terkena adalah sendi tangan, sendi kaki, sendi-sendi besar yang menanggung berat badan tubuh (seperti sendi tulang belakang, sendi lutut, sendi panggul). Penyakit ini biasanya terjadi karena faktor usia, dan mayoritas penderitanya adalah wanita berusia di atas 50 tahun. Disebabkan pula karena faktor keturunan (genetic), kegemukan, cedera akibat olahraga atau beraktivitas. Namun penyebab secara spesifik belum diketahui. Osteoarthitis memiliki gejala nyeri sendi yang khas. Rasa nyeri akan semakin bertambah seiring dengan saat menopang badan saat beraktivitas atau melakukan gerakan, dan membaik jika diistirahatkan. Sendi yang kaku dapat timbul setelah beristirahat dalam waktu yang lama. Misalnya saja terlalu lama duduk di kursi, atau setelah bangun tidur. Bahkan disertai dengan suara gemeretak atau kemretek pada sendi yang sakit. Dan juga salah satu sendi secara perlahan membesar (umumnya bagian lutut dan tangan).
Rheumathoid arthritis merupakan penyakit otoimun. Bila terkena rheumathoid arthritis, secara simetris persendian akan mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri, dan seringkali menyebabkan kerusakan pada bagian dalam sendi. Rheumathoid arthritis ini dapat muncul pada berbagai usia, bahkan sedini balita. Penyebab rheumathoid arthritisbelum diketahiu cesara pasti. Beberapa gejalanya, kaku pada persendian dan sekitarnya pada pagi hari, dan berlangsung selama lebih dari 1 jam. Pembengkakan terjadi pada 3 sendi secara bersamaan, contohnya saja sendi-sendi jari tangan, sendi kaki, pergelangan tangan dan kaki, siku, pinggul, bahkan lutut. Peradangan juga dapat terjadi pada kedua belah sisi, disertai dengan timbulnya benjolan di bawah kulit. Dapat juga terjadi perubahan bentuk sendi (yang dikenal dengan deformitas) sebagai akibat kerusakan rawan sendi dan erosi tulang di sekitar sendi. Gejala ini disertai demam, lemah, dan berkurangnya nafsu makan. Rheumathoid arthritis kerap menyerang anak-anak, mulai dari usia 3 tahunan. Penyebabnya adalah gangguan makan di pencernaan.
Arthritis pirai sejenis asam urat, dan hanya jenis ini yang termasuk dalam kategori rematik. (karena umumnya asam urat dianggap sebagai rematik). Arthritis pirai disebabkan tingginya kadar asam urat dalam darah. Arthritis pirai sering ditandai dengan serangan nyeri sendi berulang-ulang dan secara tiba-tiba. Peradangan sendi nya bersifat menahun (kronis) dan sendi dapat bengkok akibat dari serangan yang terjadi berulang kali. Lokasi sendi yang terkena adalah pangkal ibu jari kaki, pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan. Atau jari tangan.
Saat rematik menyerang, rasa nyerinya menyebabkan Anda tidak dapat beraktivitas. Namun banyak orang menganggap remeh dan membeli obat secara sembarangan. Mereka baru akan ke dokter ketika rasa nyeri tidak tertahankan, atau telah terjadi perubahan bentuk pada sendi. Obat yang dijual bebas hanya merupakan sebagian kecil penanggulangan rematik. Penggunaan obat tanpa pengawasan dari dokter dapat memiliki beberapa efek samping, seperti gangguan pencernaan (mual, muntah, nyeri lambung, diare, sakit kepala, ruam pada kulit, kerusakan hati).
Penderita harus beristirahat, proteksi sendi, fisioterapi, menjalani pembedahan, dan psikoterapi, menjaga berat badan agar selalu ideal, olahraga (jalan kaki, berenang, dll). Hindari olahraga yang terlalu membebani lutut, seperti bulutangkis, tennis, bela diri, basket, dll.
Air dingin atau suhu dingin akan menyebabkan kapsul sendi mengerut. Oleh karena itu, mandi malam, uadara dingin, terlalu sering mandi, dan berada di ruangan ber-AC, akan menambah rasa nyeri pada penderita rematik. Mandilah dengan menggunakan air hangat sehingga rasa nyeri dapat diredam.
Anggapan bahwa rematik disebabkan oleh asam urat adalah tidak sepenuhnya benar, karena hanya arthritis gout (pirai) yang disebabkan okleh kenaikan kadar asam urat dalam darah. Sedangkan rematik lainnya tidak. Selain itu tidak semua rematik berkaitan dengan makanan (dalam hal ini, jeroan) yang dikonsumsi si penderita. Hanya arthritis gout yang berkaitan dengan jeroan
http://warnetkita.forumotion.net
Terdapat ratusan jenis rematik, beberapa di antaranya osteoarthritis (OA), rheumathoid arthritis (RA), arthritis gout (pirai), dan perkapuran.
Osteoarthitis merupakan penyakit sendi degeneratif, yaitu penyakit yang mengakibatkan kerusakan tulang sendi. Osteoarthitis memiliki perkembangan yang sangat lambat. Biasanya sendi yang terkena adalah sendi tangan, sendi kaki, sendi-sendi besar yang menanggung berat badan tubuh (seperti sendi tulang belakang, sendi lutut, sendi panggul). Penyakit ini biasanya terjadi karena faktor usia, dan mayoritas penderitanya adalah wanita berusia di atas 50 tahun. Disebabkan pula karena faktor keturunan (genetic), kegemukan, cedera akibat olahraga atau beraktivitas. Namun penyebab secara spesifik belum diketahui. Osteoarthitis memiliki gejala nyeri sendi yang khas. Rasa nyeri akan semakin bertambah seiring dengan saat menopang badan saat beraktivitas atau melakukan gerakan, dan membaik jika diistirahatkan. Sendi yang kaku dapat timbul setelah beristirahat dalam waktu yang lama. Misalnya saja terlalu lama duduk di kursi, atau setelah bangun tidur. Bahkan disertai dengan suara gemeretak atau kemretek pada sendi yang sakit. Dan juga salah satu sendi secara perlahan membesar (umumnya bagian lutut dan tangan).
Rheumathoid arthritis merupakan penyakit otoimun. Bila terkena rheumathoid arthritis, secara simetris persendian akan mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri, dan seringkali menyebabkan kerusakan pada bagian dalam sendi. Rheumathoid arthritis ini dapat muncul pada berbagai usia, bahkan sedini balita. Penyebab rheumathoid arthritisbelum diketahiu cesara pasti. Beberapa gejalanya, kaku pada persendian dan sekitarnya pada pagi hari, dan berlangsung selama lebih dari 1 jam. Pembengkakan terjadi pada 3 sendi secara bersamaan, contohnya saja sendi-sendi jari tangan, sendi kaki, pergelangan tangan dan kaki, siku, pinggul, bahkan lutut. Peradangan juga dapat terjadi pada kedua belah sisi, disertai dengan timbulnya benjolan di bawah kulit. Dapat juga terjadi perubahan bentuk sendi (yang dikenal dengan deformitas) sebagai akibat kerusakan rawan sendi dan erosi tulang di sekitar sendi. Gejala ini disertai demam, lemah, dan berkurangnya nafsu makan. Rheumathoid arthritis kerap menyerang anak-anak, mulai dari usia 3 tahunan. Penyebabnya adalah gangguan makan di pencernaan.
Arthritis pirai sejenis asam urat, dan hanya jenis ini yang termasuk dalam kategori rematik. (karena umumnya asam urat dianggap sebagai rematik). Arthritis pirai disebabkan tingginya kadar asam urat dalam darah. Arthritis pirai sering ditandai dengan serangan nyeri sendi berulang-ulang dan secara tiba-tiba. Peradangan sendi nya bersifat menahun (kronis) dan sendi dapat bengkok akibat dari serangan yang terjadi berulang kali. Lokasi sendi yang terkena adalah pangkal ibu jari kaki, pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan. Atau jari tangan.
Saat rematik menyerang, rasa nyerinya menyebabkan Anda tidak dapat beraktivitas. Namun banyak orang menganggap remeh dan membeli obat secara sembarangan. Mereka baru akan ke dokter ketika rasa nyeri tidak tertahankan, atau telah terjadi perubahan bentuk pada sendi. Obat yang dijual bebas hanya merupakan sebagian kecil penanggulangan rematik. Penggunaan obat tanpa pengawasan dari dokter dapat memiliki beberapa efek samping, seperti gangguan pencernaan (mual, muntah, nyeri lambung, diare, sakit kepala, ruam pada kulit, kerusakan hati).
Penderita harus beristirahat, proteksi sendi, fisioterapi, menjalani pembedahan, dan psikoterapi, menjaga berat badan agar selalu ideal, olahraga (jalan kaki, berenang, dll). Hindari olahraga yang terlalu membebani lutut, seperti bulutangkis, tennis, bela diri, basket, dll.
Air dingin atau suhu dingin akan menyebabkan kapsul sendi mengerut. Oleh karena itu, mandi malam, uadara dingin, terlalu sering mandi, dan berada di ruangan ber-AC, akan menambah rasa nyeri pada penderita rematik. Mandilah dengan menggunakan air hangat sehingga rasa nyeri dapat diredam.
Anggapan bahwa rematik disebabkan oleh asam urat adalah tidak sepenuhnya benar, karena hanya arthritis gout (pirai) yang disebabkan okleh kenaikan kadar asam urat dalam darah. Sedangkan rematik lainnya tidak. Selain itu tidak semua rematik berkaitan dengan makanan (dalam hal ini, jeroan) yang dikonsumsi si penderita. Hanya arthritis gout yang berkaitan dengan jeroan
http://warnetkita.forumotion.net
TAKUT OSTEOPOROSIS??
PENGERTIAN
Osteoporosis merupakan penyakit kelainan metabolik tulang yang ditandai dengan berkurangnya kepadatan tulang secara progresif, sehingga kekuatan menjadi sangat berkurang dan mudah terjadi patah tulang. Kerapuhan tulang terjadi jika masa tulang mulai berkurang, sehingga tulang menjadi rapuh dan keropos. Tulang mengandung beberapa mineral anatara lain kalsium dan fosfat.
Bagian tubuh mana yang sering terkena Osteoporosis?
1. Tulang Punggung
2. Tulang jari tangan
3. Tulang pangkal paha
FAKTOR PENYEBAB OSTEOPOROSIS
Osteoporosis merupakan penyakit kelainan metabolik tulang yang ditandai dengan berkurangnya kepadatan tulang secara progresif, sehingga kekuatan menjadi sangat berkurang dan mudah terjadi patah tulang. Kerapuhan tulang terjadi jika masa tulang mulai berkurang, sehingga tulang menjadi rapuh dan keropos. Tulang mengandung beberapa mineral anatara lain kalsium dan fosfat.
Bagian tubuh mana yang sering terkena Osteoporosis?
1. Tulang Punggung
2. Tulang jari tangan
3. Tulang pangkal paha
FAKTOR PENYEBAB OSTEOPOROSIS
- Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita.Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat.Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam.
- Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru.Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.
- Osteoporosis sekunder dialami kurang dari 5% penderita osteoporosis, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan.Penyakit osteoporosis bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan).Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan osteoporosis.
- Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui.Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.
Faktor Risiko Osteoporosis
- Wanita
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita. Hal ini disebabkan pengaruh hormon estrogen yang mulai menurun kadarnya dalam tubuh sejak usia 35 tahun. Selain itu, wanita pun mengalami menopause yang dapat terjadi pada usia 45 tahun. - Usia
Seiring dengan pertambahan usia, fungsi organ tubuh justru menurun. Pada usia 75-85 tahun, wanita memiliki risiko 2 kali lipat dibandingkan pria dalam mengalami kehilangan tulang trabekular karena proses penuaan, penyerapan kalsium menurun dan fungsi hormon paratiroid meningkat. - Ras/Suku
Ras juga membuat perbedaan dimana ras kulit putih atau keturunan asia memiliki risiko terbesar. Hal ini disebabkan secara umum konsumsi kalsium wanita asia rendah. Salah satu alasannya adalah sekitar 90% intoleransi laktosa dan menghindari produk dari hewan. Pria dan wanita kulit hitam dan hispanik memiliki risiko yang signifikan meskipun rendah. - Keturunan Penderita osteoporosis
Jika ada anggota keluarga yang menderita osteoporosis, maka berhati-hatilah. Osteoporosis menyerang penderita dengan karakteristik tulang tertentu. Seperti kesamaan perawakan dan bentuk tulang tubuh. Itu artinya dalam garis keluarga pasti punya struktur genetik tulang yang sama. - Gaya Hidup Kurang Baik
- Konsumsi daging merah dan minuman bersoda, karena keduanya mengandung fosfor yang merangsang pembentukan horman parathyroid, penyebab pelepasan kalsium dari dalam darah.
Minuman berkafein dan beralkohol.
Minuman berkafein seperti kopi dan alkohol juga dapat menimbulkan tulang keropos, rapuh dan rusak. Hal ini dipertegas oleh Dr.Robert Heany dan Dr. Karen Rafferty dari creighton University Osteoporosis Research Centre di Nebraska yang menemukan hubungan antara minuman berkafein dengan keroposnya tulang.
Hasilnya adalah bahwa air seni peminum kafein lebih banyak mengandung kalsium, dan kalsium itu berasal dari proses pembentukan tulang. Selain itu kafein dan alkohol bersifat toksin yang menghambat proses pembentukan massa tulang (osteoblas).- Malas Olahraga
Wanita yang malas bergerak atau olahraga akan terhambat proses osteoblasnya (proses pembentukan massa tulang). Selain itu kepadatan massa tulang akan berkurang. Semakin banyak gerak dan olahraga maka otot akan memacu tulang untuk membentuk massa. - Merokok
Ternyata rokok dapat meningkatkan risiko penyakit osteoporosis. Perokok sangat rentan terkena osteoporosis, karena zat nikotin di dalamnya mempercepat penyerapan tulang. Selain penyerapan tulang, nikotin juga membuat kadar dan aktivitas hormon estrogen dalam tubuh berkurang sehingga susunan-susunan sel tulang tidak kuat dalam menghadapi proses pelapukan.
Disamping itu, rokok juga membuat penghisapnya bisa mengalami hipertensi, penyakit jantung, dan tersumbatnya aliran darah ke seluruh tubuh. Kalau darah sudah tersumbat, maka proses pembentukan tulang sulit terjadi. Jadi, nikotin jelas menyebabkan osteoporosis baik secara langsung tidak langsung.
Saat masih berusia muda, efek nikotin pada tulang memang tidak akan terasa karena proses pembentuk tulang masih terus terjadi. Namun, saat melewati umur 35, efek rokok pada tulang akan mulai terasa, karena proses pembentukan pada umur tersebut sudah berhenti. - Kurang Kalsium
Jika kalsium tubuh kurang maka tubuh akan mengeluarkan hormon yang akan mengambil kalsium dari bagian tubuh lain, termasuk yang ada di tulang.
- Mengkonsumsi Obat
Obat kortikosteroid yang sering digunakan sebagai anti peradangan pada penyakit asma dan alergi ternyata menyebabkan risiko penyakit osteoporosis. Jika sering dikonsumsi dalam jumlah tinggi akan mengurangi massa tulang. Sebab, kortikosteroid menghambat proses osteoblas. Selain itu, obat heparin dan antikejang juga menyebabkan penyakit osteoporosis. Konsultasikan ke dokter sebelum mengkonsumsi obat jenis ini agar dosisnya tepat dan tidak merugikan tulang. - Kurus dan Mungil
Perawakan kurus dan mungil memiliki bobot tubuh cenderung ringan misal kurang dari 57 kg, padahal tulang akan giat membentuk sel asal ditekan oleh bobot yang berat. Karena posisi tulang menyangga bobot maka tulang akan terangsang untuk membentuk massa pada area tersebut, terutama pada derah pinggul dan panggul. Jika bobot tubuh ringan maka massa tulang cenderung kurang terbentuk sempurna.
PENYEBAB TULANG KEROPOS DAN PENYEMBUHANNYA
Patah tulang terjadi setelah masa haid berhenti, biasanya karena pengaruh penurunan hormone estrogen. Sampai usia dewasa puncakx sekitar umur 35 tahun. Penebalan tulang utamanya, tulang panjang mencapai puncaknya. Ini kalau selama proses tersebut tak ada gangguan produksi hormone estrogen. Kalau ada gangguan, perubahan tulang tak akan mencapai puncaknya.
Setelah menopause, hormone estrogen menurun dengan cepat, sehingga dapat terjadi menurunnya perubahan tulang. Tulang menjadi keropos hingga mudah retak kalau kekerasan tumpul. Ada pula anggapan pencapaian puncak penebalan tulang berhubungan erat dengan factor keturunan. Dengan begitu ada orang yang lebih mudah mencapai penebalan tulang, tetapi ada juga yang tidak. Di sini peranan vitamin D, Kalsium, sangat jelas dalam proses pembentukan tulang. Dengan mengetahui hormom estrogen unsure vitamin D dan kadar kalsium dalam darah, dapat dilakukan pengobatan terhadap tulang yang keropos.
Selai itu, perlu diketahui apakah ada penyakit tertentu yang diderita seseorang dengan tulang keropos. Kelainan pada kelenjar gondok dan kelenjar paratiroid yang berakibat aktivitas tinggi, perlu diketahui. Aktivitas berlebihan dari kedua kelenjar tersebut dapat mengakibatkan perubahan pada penebalan tulang.
Pencegahan agar tidak terjadi tulang keropos, dengan memberikan zat kalsium cukup. Selanjutnya, diberi pula hormone estrogen yang dosisnya diatur, mula-mula rendah sampai pada batas yang dianggap cukup bagi penderita. Pemberian hormone ini harus hati-hati, sebab akibat sampingnya berbahaya, seperti terjadinya penyakit kanker payudara, serangan darah tinggi, penyakit jantung koroner. Adakalanya pemberian hormone dikombinasi dengan obat lain untuk meningkatkan daya guna obat itu.
Pada keluarga yang cenderung mendapat kelainan tulang keropos, pencegahannya dengan berlatih secara teratur. Misalnya olahraga jalan kai, tidak merokok, latihan menguatkan otot-otot sebagai pelindung tulang. Usahkan menjauh diri dari gerakan yang beresiko jatuh.
Bagi anda, sebaiknya ikuti nasehat dokter agar patah tulang cepat tersambung kembali. Bantuan pengobatan yang diberikan untuk memperbaiki ketebalan tulang , yaitu pemberian hormone, vitamin D dan kalsium,. Namun untuk itu, perlu diketahui keadaan kesehatan anda secara menyeluruh, hingga dilakukan pemeriksaan tulang dengan sinar X, juga pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui tingkat keroposan tulang anda.
Pengobatan hanya berguna bila keadaan masih dapat diperbaiki. Pada batas usia tertentu, karena usia lanjut, secara keseluruhan tulang makin tipis lapisannya. Dengan demikian, pengobatan yang diberikan belum tentu member hasil maksimal.
Setelah menopause, hormone estrogen menurun dengan cepat, sehingga dapat terjadi menurunnya perubahan tulang. Tulang menjadi keropos hingga mudah retak kalau kekerasan tumpul. Ada pula anggapan pencapaian puncak penebalan tulang berhubungan erat dengan factor keturunan. Dengan begitu ada orang yang lebih mudah mencapai penebalan tulang, tetapi ada juga yang tidak. Di sini peranan vitamin D, Kalsium, sangat jelas dalam proses pembentukan tulang. Dengan mengetahui hormom estrogen unsure vitamin D dan kadar kalsium dalam darah, dapat dilakukan pengobatan terhadap tulang yang keropos.
Selai itu, perlu diketahui apakah ada penyakit tertentu yang diderita seseorang dengan tulang keropos. Kelainan pada kelenjar gondok dan kelenjar paratiroid yang berakibat aktivitas tinggi, perlu diketahui. Aktivitas berlebihan dari kedua kelenjar tersebut dapat mengakibatkan perubahan pada penebalan tulang.
Pencegahan agar tidak terjadi tulang keropos, dengan memberikan zat kalsium cukup. Selanjutnya, diberi pula hormone estrogen yang dosisnya diatur, mula-mula rendah sampai pada batas yang dianggap cukup bagi penderita. Pemberian hormone ini harus hati-hati, sebab akibat sampingnya berbahaya, seperti terjadinya penyakit kanker payudara, serangan darah tinggi, penyakit jantung koroner. Adakalanya pemberian hormone dikombinasi dengan obat lain untuk meningkatkan daya guna obat itu.
Pada keluarga yang cenderung mendapat kelainan tulang keropos, pencegahannya dengan berlatih secara teratur. Misalnya olahraga jalan kai, tidak merokok, latihan menguatkan otot-otot sebagai pelindung tulang. Usahkan menjauh diri dari gerakan yang beresiko jatuh.
Bagi anda, sebaiknya ikuti nasehat dokter agar patah tulang cepat tersambung kembali. Bantuan pengobatan yang diberikan untuk memperbaiki ketebalan tulang , yaitu pemberian hormone, vitamin D dan kalsium,. Namun untuk itu, perlu diketahui keadaan kesehatan anda secara menyeluruh, hingga dilakukan pemeriksaan tulang dengan sinar X, juga pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui tingkat keroposan tulang anda.
Pengobatan hanya berguna bila keadaan masih dapat diperbaiki. Pada batas usia tertentu, karena usia lanjut, secara keseluruhan tulang makin tipis lapisannya. Dengan demikian, pengobatan yang diberikan belum tentu member hasil maksimal.
Perokok Tidak Nafsu Makan ?
"Udara yang kita hirup seharusnya adalah udara yang segar. Tetapi saat kita merokok, udara di sekitar jadi tidak seimbang karena lebih banyak karbonnya (CO). Akibatnya oksigen yang dihirup sedikit," kata DR. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/RSCM Jakarta.
Kondisi tersebut menurut Ari, banyak tidak disadari oleh perokok. Hipoksia juga dapat memengaruhi nafsu makan sehingga berat badan akan sulit bertambah.
"Saat kekurangan oksigen, tubuh melakukan adaptasi dengan menginduksi faktor molekuler penting, yakni Hypoxia Inducible Factor-1a (HIF-a). Molekul ini ikut berpengaruh pada gen lapar, yakni leptin. Sehingga nafsu makan berkurang," katanya saat ditemui seusai sidang disertasinya di FKUI, Jumat (15/7/2011).
Selain karena merokok, hipoksia juga bisa dialami orang yang berada di dataran tinggi atau menderita penyakit kronik.
Sebuah penelitian lain yang dilakukan ilmuan dari Universitas Yale, AS, menemukan, nikotin mengaktifkan sel otak tertentu sehingga nafsu makan berkurang.
Sumber: Kompas.com
5 Cara Menghindari Operasi Caesar yang Tak Diperlukan
Melahirkan caesar sebaiknya dilakukan jika ada gangguan medis yang mibahayakan. Tapi banyak ibu hamil yang melahirkan secara caesar tanpa ada alasan medis. Sebenarnya ada cara menghindari caesar.Jumlah ibu hamil yang melahirkan secara caesar siakin meningkat, tapi beberapa diantaranya sebenarnya bisa melahirkan secara normal. Karena itu ada beberapa kondisi yang bisa dilakukan untuk mencegah caesar yang tak dibutuhkan.
Operasi caesar dilakukan jika berisiko terhadap ibu dan bayi misalnya terjadi infeksi, perdarahan, ada penyakit tertentu atau bayi miiliki masalah seperti terlilit tali pusat, gangguan pernapasan atau masalah pada plasentanya.
Seperti dikutip dari CNN, Jumat (23/7/2010) ada beberapa cara yang bisa diakukan untuk menghindari operasi caesar yang tak dibutuhkan, yaitu:
1. Jangan melakukan induksi kecuali miang diperlukan secara medis.
Beberapa penelitian telah menunjukkan menginduksi proses persalinan cenderung mengarah ke operasi caesar.
Dr Michael Klein dari University of British Columbia yang mipelajari tentang caesar menuturkan sebanyak 44 persen peripuan yang diinduksi berakhir dengan operasi caesar. Karena merangsang seorang peripuan saat leher rahim belum siap dapat mengakibatkan proses persalinan tidak produktif sehingga mengharuskan seseorang untuk menjalani operasi caesar.
2. Tetaplah di rumah hingga mencapai pibukaan 3
Menunggu proses persalinan di rumah hingga pibukaan tiga bisa mibantu mencegah kelahiran caesar.
Dr Elliot Main, direktur obstetri dari Sutter Health di California menuturkan tidak ada orang yang suka berada di rumah sakit untuk waktu yang terlalu lama, sehingga bisa menimbulkan kegelisahan yang dapat miperlambat proses persalinan. Karena itu tak ada salahnya untuk menunggu sientara di rumah.
3. Miilih rumah sakit dan dokter secara cermat
Jika melahirkan secara normal adalah suatu hal yang penting, maka pilihlah dokter dan rumah sakit dengan tingkat operasi caesar yang rendah.
Calon orangtua bisa mencari informasi berapa persen tingkat operasi caesar di rumah sakit tersebut, pilihlah yang miiliki nilai paling kecil.
4. Jika dokter mengharuskan melakukan operasi caesar di ruang bersalin, tanyakan apa penyebabnya.
Pada beberapa situasi tertentu terkadang dokter mengharuskan ibu hamil untuk melakukan operasi caesar setelah masuk ke ruang bersalin.
Tak ada salahnya bagi orangtua untuk menanyakan tentang seberapa perlu melakukan operasi caesar untuk menyelamatkan bayinya.
5. Mintalah bantuan pendamping saat melahirkan
Mendapatkan dukungan adalah salah satu faktor yang mipengaruhi keberhasilan proses persalinan.
Dengan adanya pendamping atau asisten dalam proses persalinan bisa miberikan dukungan berupa pijatan libut, relaksasi dan mibantu ibu hamil untuk merasa nyaman selama persalinan.
http://sehat-enak.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)